Pembuat Video Porno Anak Divonis 7 Tahun

167

NGETRIP.ID, Bandung– Majelis hakim memvonis otak pelaku pembuatan video porno anak, M Faisal Akbar hukuman penjara selama tujuh tahun, denda Rp 250 juta, subsider kurungan enam bulan. Putusan majelis sama dengan tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bandung.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus pembuatan video porno anak di bawah umur di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (28/8/2018).

Dalam amar putusannnya, Ketua Majelis Waspin Simbolon menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan berperan dalam memproduksi dan mengarahkan anak di bawah umur untuk beradegan asusila pada April dan Agustus 2017.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa hukuman penjara selama tujuh tahun penjara, denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan,” katanya.

Faisal terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan pasal 29 Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum menjatuhkan putusan, Waspin membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk yang memberatkan di antaranya, perbuatan terdakwa menimbulkan trauma seksual yang mendalam terhadap korban anak. 

Terdakwa Menyesal

Sementara untuk yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, menyesali dan tidak akan mengulanginya, dan sudah meminta maaf kepada orangtua korban pemeran anak. 

Kasus tersebut berawaldari pertemanan Faisal dengan komunitas Rusia di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.

Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, terdakwa Faisal mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang.

‎Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici dan Ismi. Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung. Setelah video itu jadi, tersangka Faisal mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram. Dia dibayar pertama Rp 6 juta, Rp 8 juta, dan 16 juta. Jadi total semuanya Rp 31 juta. (sf/ismalia)