Penanganan Kasus Perudungan Anak Perlu Peran Semua Pihak

237

NGETRIP.ID, Bandung–Kepala SDN 023 Pajagalan, Dante Rigmalia mengungkapkan, setelah mengetahui ada peristiwa tersebut langsung berkomunikasi dengan orang tua siswa, baik korban maupun pelaku. Kepada mereka, ia telah meminta maaf dan berjanji akan menangani kasus ini sebaik-baiknya.

Pada Jumat, 31/8/18, sekolah membina seluruh siswa tentang perundungan oleh guru agama. Dante menyatakan akan terus memberi perhatian dan perlindungan kepada anak didiknya.

“Dalam kasus ini, semua anak adalah korban, termasuk pelakunya. Maka, semuanya harus kita lindungi. Karena anak-anak berada dalam koridor pendidikan,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala UPT P2TP2A, Lenny Herlina mengapresiasi penanganan oleh sekolah. Menurutnya, sekolah telah mengambil langkah yang tepat dan cepat.

“Kepala sekolahnya bagus, sangat peduli untuk melakukan berbagai upaya penanganan. Beliau sudah berkirim surat ke Pak Kadis (DP3APM) minta untuk ada sosialisasi,” ujar Lenny.

“Rencananya Umi, (Istri Wakil Wali Kota Bandung, Siti Muntamah Oded M. Danial) ingin ke sekolah untuk memberikan sosialisasi. Beliau itu sangat peduli dengan perlindungan anak. Karena PKK punya tugas memberikan sosialisasi tentang upaya pencegahan tindak kekerasan,” katanya.

“Senin akan turun ke sekolah untuk melakukan kesepakatan dengan guru, komite sekolah dan berharap bertemu dengan orang tua anak yang terlibat,” lanjut Lenny. 

Ia memaparkan, P2TP2A Kota Bandung selalu serius menangani kasus-kasus anak. Hal itu untuk melindungi masa depan anak melalui berbagai metode penanganan. Mulai dari bedah kasus, pengamanan korban ke tempat yang aman, hingga mediasi. 

P2TP2A  juga melakukan konseling dan pendampingan dengan melibatkan berbagai elemen. Ada 15 konselor di P2TP2A yang terdiri dari 3 orang pengacara, 1 orang tenaga ahli hukum, 3 orang psikolog, 3 orang tenaga ahli psikologi, dan 5 orang konselor umum.. Hingga saat ini, telah ada 80 kasus anak yang ditangani oleh tim ini.

“Kita akan selalu menanggapi berbagai kasus dengan serius, menangani kasus tersebut sampai tuntas bersama tim,” ujar Lenny. (sf)