Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan Jateng Resmi Dilantik

116

NGETRIP.ID, BANDUNG – Sebagai salah satu organisasi tertua yang telah berusia 103 tahun, Paguyuban Pasundan telah banyak berkiprah dalam pembangunan daerah dan nasional, terutama di bidang pendidikan, hukum, sosial, budaya, ekonomi, pemberdayaan perempuan dan kepemudaan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa yang sekaligus menjabat sebagai Dewan Pakar Paguyuban Pasundan saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2018-2023 di Mandalasaba Dr. Djoedjoenan Gd. C Lt. 5 Komp. Perkantoran Paguyuban Pasundan Jl. Sumatra No 41 Bandung, Kamis (29/9/18).

“Tentu ini merupakan dasar dari komitmen awal didirikannya Paguyuban Pasundan, yaitu menjadi organisasi yang bermanfaat bagi kehidupan bersama, ‘Katara Ayana, Karasa Mangpaatna’, ” ungkap Iwa.

“Dalam kesempatan ini Saya atas nama Provinsi Jawa Barat mewakili Bapak Gubernur menyampaikan apresiasi ke Prof. Didi sebagai Ketua Umum Paguyuban Pasundan yang tidak lelah untuk terus membangun dan membangkitkan kebersamaan dalam rangka meningkatkan ekonomi kemasyarakatan melalui sekolah sehingga Jawa Barat semakin maju, semakin berkembang,” tambahnya.

Iwa berharap, dengan dilantiknya Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan Provinsi Jawa Tengah ini dapat terus meningkatkan sinergitas antara Provinsi Jabar dengan Provinsi Jateng atapun sebaliknya, salah satunya dibidang ekonomi. Untuk itu, pihaknya menyambut baik dan sangat mendukung adanya program-program konkrit yang saling berkaitan dan berkesinambungan, dengan melakukan langkah-langkah konsolidasi organisasi serta dapat membangun soliditas dan kebersamaan diantara pengurus maupun anggota.

“Ini akan kita teruskan bahkan akan kita tingkatkan sehingga apabila bahan-bahan pokok dan bahan baku dari provinsi lain maka finnishing goodnya ada di Jawa Barat. Apalagi sekarang industri manufaktur di Jawa Barat hampir 50% sampai 60% , maka salah satu pengikat terjadinya sinergitas adalah Paguyuban Pasundan ini, dimana anggotanya tersebar di Seluruh Indonesia,” tuturnya.

Dalam melaksanakan kiprahnya untuk ikut mengangat derajat dan martabat orang Sunda, Paguyuban Pasundan berupaya senantiasa menjaga jatidiri dan kemampuan mengembangkan diri dalam kerangka nasional dan global. Ketua Umum Paguyuban Sunda Didi Turmudzi mengajak para pengurus maupun anggota Paguyuban Sunda untuk terus ‘sabilulungan’ (bersama-sama) membangun Budaya Sunda.

“Dengan didirikannya Paguyuban Pasundan di Jawa Tengah kita harapkan mampu berkontribusi untuk membangun jati diri baru dalam hal harkat martabat Indonesia. Jadi mari bersama-sama kita kita memerangi kebodohan dan kemiskinan,” ajak Didi.

“Mudah-mudahan ini menjadi ladang amal kita menjadi ibadah kita, salah satunya dengan menjaga dan memelihara Budaya Sunda berdasarkan nilai-nilai agama. Ku saha deui upami sanes ku urang,” tutupnya. (sf)