Polrestabes Bandung Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan Suporter The Jak

521
Foto: dok ngetrip.id

NGETRIP. ID, Bandung– Pasca ditetapkannya delapan orang tersangka pengeroyokan yang menewaskan The Jakmania, Haringga Sirla (23), Satreskrim Polrestabes Bandung langsung menggelar rekonstruksi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Rabu (26/9/2018).

Rekonstruksi langsung dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulan di area parkir GBLA, dan ada 16 adegan yang langsung diperagakan para tersangka dan langsung dihadiri jaksa penyidik Kejari Bandung.

Kedelapan tersangka yang mengikuti rekonstruksi, yakni Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32), SM (17) dan DFA (16).

Dalam rekonstruksi tersebut, para tersangka langsung memerankan adegan demi adegan sesuai dengan yang mereka tuangkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) di penyidik Polrestabes Bandung.

Adegan pertama dilakukan oleh Budiman. Dalam aksinya, Budiman terlihat memukul korban dengan posisi duduk menggunakan besi. Budiman melakukan pemukulan dengan besi ke arah kepala korban sebanyak 3 kali.

Setelah Budiman giliran SM. Oknum Bobotoh berusia pelajar itu memukul korban menggunakan tangan kiri satu kali. SM sempat mundur terlebih dahulu namun kembali ke arah korban dan memukul menggunakan tangan kanan.

Sementara Dadang melakukan penganiayaan dengan cara menendang kepala korban. Hal itu dilakukan saat Haringga yang awalnya tertidur, hendak bangun. Kepala korban yang berada tepat di depan kaki pelaku, langsung ditendang.

Adegan selanjutnya dilakukan oleh Goni. Pria tersebut menendang punggung korban sebanyak dua kali saat posisi korban telungkup.

Selanjutnya adegan dilakukan oleh Aditya. Pria ini lebih keji. Dia sempat berusaha melerai tapi justru ikut menganiaya korban. Tak hanya itu, Adit juga membakar kartu anggota Jakmania yang ditemukan olehnya.

Aditya menendang punggung korban dan memukul punggung korban sebanyak dua kali saat posisi korban telungkup. Saat itu, korban juga sudah bersimbah darah.

Selanjutnya DFA. Dia menendang menggunakan kaki kanan sebanyak dua kali dan menginjak perut korban pakai kaki kanan. Sementara Cepi tersangka lain, ikut-ikutan menendang punggung korban sebanyak 2 kali lantaran melihat Bobotoh.

Tersangka terakhir Joko Susilo enggan melakukan rekonstruksi itu. Joko tetap mengelak diminta terlibat dalam aksi penganiayaan itu meski menurut tersangka lain yang melihat, Joko ikut-ikutan.

“Saya enggak mukul,” kata Joko bernada pelan sambil menggelengkan kepalanya.

Joko yang enggan melakukan rekonstruksi, digantikan perannya oleh penyidik. Joko lantas dibawa kembali ks mobil tahanan.  Setelah korban tak berdaya, oknum Bobotoh yang diperankan oleh polisi melakukan aksi sadis menusukan besi ke bagian vital korban. Setelah besi menancap, korban diseret.

“Rekonstruksi ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada jaksa penuntut umum terkait peran masing-masing tersangka,” kata Yoris (ismalia)