Pro Kontra Anjay Dilarang karena Sumbernya Anjing, Faedah Nggak Sih?

29
Ilustrasi

NGETRIP – Kata anjay sudah lama dipakai kalangan anak muda, namun mendadak jadi pembahasan hangat di media sosial.

Itu setelah permintaan Komisi Nasional Perlindungan Anak menghentikan penggunaan istilah tersebut dalam percakapan sehari-hari.

Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait menjelaskan penggunaan kata anjay perlu dilarang lantaran menyerupai nama hewan, yakni anjing.

Itu sebabnya, istilah tersebut kemudian berkonotasi negatif dan berpotensi melukai hati orang lain.

“Nah dalam hal ini, Komnas PA tentu mempelajari, karena dalam hal ini ada unsur keresahan masyarakat yang datang ke kita, baik by phone, ada yang datang, ada yang mengirimkan surat di Instagram KPAI, dan sebagainya,” kata Arist dikutip dari Youtube Starpro, Senin 31 Agustus 2020.

“Itu artinya bahwa ada kata istilah anjay ini apa? Kita cari padanannya dan seterusnya. Ternyata itu bersumber dari salah satu kata yang bersumber dari binatang, anjing misalnya. Sehingga, bisa melecehkan orang lain dan orang tua, dan bisa menimbulkan juga bully,” kata Arist melansir dari Suara.com.

Arist juga mengatakan, anjay menyimpan dua perspektif makna. Kendati acap diartikan sebagai umpatan atau kata-kata kasar, namun tak sedikit juga yang menggunakannya untuk menyampaikan rasa takjub. Berkenaan dengan hal itu, kata dia, tentu tak ada larangan.

“Nah dalam perspektif makna, saya lihat ada yang salut kepada satu produk misalnya, atau salut kepada orang idolanya, enggak apa-apa. Dalam perspektif itu Komnas PA enggak apa-apa, itu hak orang untuk berekspresi untuk mengeluarkan pendapatnya,” kata Arist.

“Tetapi kalau dalam perspektif maknanya adalah merendahkan martabat dan merugikan orang yang disebut anjay itu kekerasan, oleh Komnas PA enggak ada toleransi.”

Persaudaraan Alumni 212 setuju dengan pelarangan penggunaan kata anjay. Anjay dinilai bermakna kasar karena kata gaul ini plesetan dari kata anjing.

“Sangat setuju karena kata-kata itu sangat tidak mendidik dan jauh dari ajaran agama Islam sebagaimana Rasulullah sabdakan ‘barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka bicaralah yang baik kalau tidak diam saja,” kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin.