Protokol Sudah Disiapkan Masih Saja Dilarang Bawa Penumpang, Ojol Siap Demo

130
Ilustrasi, pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia atau Garda melakukan aksi di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/3/2018). ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

NGETRIP – Sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19), ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) operasinya diminta masih tetap ditangguhkan.

Pedoman tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 440-380 Tahun 2020 tentang Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Menanggapi hal itu, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia menyatakan massa ojol siap demo besar-besaran ke Istana Negara jika ojol tetap dilarang mengangkut penumpang saat fase new normal.

Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono, mengatakan Garda akan melakukan protes besar di Istana agar aspirasi pengemudi ojol didengar langsung Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, semua anggota Garda dan ojol seluruh Indonesia tidak terima jika ojol terus dilarang membawa penumpang.

“Saat ini sudah mulai viral di rekan-rekan driver ojol seluruh Indonesia, mengenai pelarangan ojol membawa penumpang saat fase New Normal, driver ojol seluruh Indonesia menyatakan siap bergerak kalau ini bener dilarang, sekalian saja kita protes secara massal,” kata dia dalam keterangan tertulis, seperti diberitakan Liputan6.com, Sabtu (30/5/2020).

Pengankutan penumpang oleh ojek online dinilai Garda tidak semestinya dilarang. Bahkan Garda telah menyiapkan protokol kesehatan dan protokol ‘Basic Personal Hygiene’ yang dapat diterapkan pengendara ojol saat mengangkut penumpang pada new normal.

Selain itu, Garda menghimbau kepada penumpang untuk membawa helm sendiri. Saat ini, Garda tengah menyiapkan penggunaan pembatas antara pengendara dan penumpang (partisi) agar tak bersentuhan langsung.

Garda akan melakukan komunikasi intensif dengan Kemenhub agar menjadi penghubung dengan Kemendagri untuk meninjau ulang pelarangan ojol untuk membawa penumpang pada fase ‘New Normal’ nanti.

“Apabila tidak bisa juga ‘deadlock’ ya setelah PSBB teman-teman siap turun pergerakan ke jalan kembali,” tutup Igun.

BACA JUGA:  Delegasi Hamamatsu Jepang Kunjungi Balai Kota

 

Berikut 15 poin protokol kesehatan ojol di era new normal :

– Patuhi basic personal hygiene bagi pengemudi ojol
– Gunakan masker saat sedang kegiatan di luar rumah atau sedang beroperasinal.
– Gunakan helm SNI berpenutup wajah.
– Gunakan sarung tangan bersih dan higienis.
– Gunakan atribut ojol yang bersih dan higienis.
– Tutupi bagian leher dengan buff ataupun syal.
– Gunakan sepatu tertutup dan gunakan kaos kaki.
– Siapkan plastik berklip, khusus untuk menyimpang uang kertas atau logam, hindari menyimpang uang langsung ke dompet.
– Hindari bersentuhan secara langsung dengan penumpang atau pengguna ojol.
– Ingatkan penumapng agar lebih bawa membawa helm pribadinya sendiri.
– Jangan memabwa beban berlebih saat berkendara sepeda motor dan maksimal penumpang hanya 1 orang.
– Istirahat yang cukup dalam beroperasi.
– Jaga kebersihan makanan dan minuman.
– Jika dimungkinkan agar mengkonsumsi vitamin untuk menjaga imunitas.
– Hindari berkerumum atau jika berkelompok agar perhatikan physical distancing menjaga jarak.

Basic Personal Hygiene Ojol :

– Driver ojol membawa sabun cair yang mengandung antiseptik untuk rajin mencuci tangan
– Driver ojol membersihkan diri (mandi) secara rutin menggunakan sabun antiseptik minimal 2 kali sehari
– Mencuci atribut ojol, masker, sarung tangan & pakaian setelah digunakan untuk kegiatan dengan menggunakan deterjen atau jika perlu menambahkan disinfektan
– Driver ojol membawa hand sanitizer untuk menjaga sterilisasi tangan – Menjaga kebersihan penampilan fisik.

 

 

View this post on Instagram

 

tetep kudu semangat lurrr, kita bisa KitaVSCorona Video by @bagusadt #GrabBike #GrabBikeProtect

A post shared by NEWDRAMAOJOL.ID (@newdramaojol.id) on