Rame-rame Maling, Sekeluarga Ditahan

171
Foto: Ismalia

NGETRIP. ID, Cimahi – Sat Reskrim Polres Cimahi mengamankan satu keluarga setelah melakukan aksi pencurian setengah kilogram emas. Mereka menyabet emas dengan pura-pura menjadi pembantu di rumah seorang anggota TNI.

Mereka, yakni Amung Mulyana (58), Cucu Saryati (43) dan Andri Putra Jaya (20). Amung, suami Cucu merupakan otak kejahatan dengan modus pembantu, sementara Cucu bertugas menjadi pembantu gadungan sekaligus eksekutor, sedangkan sang anak, Andri berperan untuk menjual barang hasil curian.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra mengatakan, pengungkapan kasus pencurian yang dilakukan satu keluarga itu berawal dari laporan pada 4 September 2018. Saat itu, aksi ketiganya terjadi di rumah milik Anggota TNi di KPAD Sriwijaya RT 05/08, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

“Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya kurang dari sepekan atau Minggu (9/9/2018) ketiganya ditangkap di Plered, Kabupaten Purwakarta,” katanya.

Para pelaku diamankan tanpa perlawanan ketika sedang berada di kontrakan dan angkutan umum. Ketiganya langsung mengakui dan menyerahkan barang bukti kejahatannya.

Saat beraksi di rumah korban di Kota Cimahi, pelaku berhasil menggasak sekitar 500 gram emas, dua handphone, dua laptop dan satu unit sepeda motor. Namun, sebagian emas yang dicuri sudah dijual oleh Andri.

Uang hasil penjualan emas digunakan pelaku untuk membeli berbagai barang kebutuhan pribadi, seperti membeli sepeda motor baru, kursi, lemari, televisi, parabola. Sedangkan emas yang belum dijual tersisa sekitar 114 gram.

“Uang sisa (hasil penjualan emas) tersebut juga digunakan untuk berlibur ke tempat wisata seperti pantai di daerah Sukabumi,” ujarnya

Niko menjelaskan, pelaku bernama Cucu bekerja sekitar tiga bulan di rumah korban. Sedangkan, Amung bekerja sebagai pemulung. Sambil bekerja, Cucu mengamati situasi di rumah korbannya. Ketika sudah mengetahui situasi dan posisi barang berharga, barulah ketiga melaku melancarkan aksinya dengan peran masing-masing.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata Niko, ketiganya baru satu kali melakukan aksinya. Namun, pihaknya tak percaya begitu saja dan masih mengembangkan kasusnya.

Sebab, sebelum pindak ke Kota Cimahi dan Purwakarta, ketiga pelaku juga sempat singgah di wilayah Garut, Lampung dan Musi.

Atas perbuatannya mereka dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (ismalia)