Ribuan Mitra Driver GOJEK di Banyumas Ancam Mogok Massal, Ini Masalahnya

2818
Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

NGETRIP.ID – Mitra driver GOJEK di Kabupaten Banyumas mengancam akan menggelar aksi mogok massal sebagai protes atas kebijakan aplikator yang memangkas bonus hingga 50%.

Rencana mogok massal mitra driver GOJEK itu disampaikan saat perwakilan sejumlah komunitas driver online melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono di Pendapa Si Panji Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019) malam.

Pangkal persoalan yang membuat mitra GOJEK di Banyumas mengeluh karena aplikator memangkas bonus Rp80.0000 jika tutup poin menjadi Rp40.000. Di Kabupaten Banyumas saat ini tercatat ada sekitar 4.000 mitra Go-Ride GOJEK dan sekitar 600 mitra Gocar.

“Tuntutan kami simpel, kami ingin bonus dikembalikan lagi kayak dulu. Sebelumnya bonus Rp80 ribu kalau tutup poin, yaitu 20 poin, sekarang dipangkas jadi Rp40 ribu,” kata pengemudi Gojek dari Komunitas Driver Online Seluruh Masyarakat Banyumas Raya (D’semar) seusai audiensi sepertid dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/8/2019).

Pengemudi ojek online lain yang hadir dalam pertemuan tersebut, Purwono mengatakan, sebagian besar komunitas ojek online yang ada di Banyumas sepakat membuat tuntutan. Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi, mereka akan melakukan aksi mogok massal.

“Dari mayoritas komunitas, khususnya driver roda dua yang dikumpulkan setuju bikin tuntutan kepada Gojek. Di saat pemerintah mengeluarkan aturan mengenai tarif, Gojek justru memangkas bonus kita jadi 50 persen tanpa alasan yang jelas,” ujar Purwono.

Purwono mengatakan Banyumas Kompak juga menuntut Grab agar menurunkan target yang dibebankan kepada pengemudi yang menjadi mitranya. Pasalnya di wilayah Banyumas, belum banyak masyarakat yang menggunakan jasa tersebut.

“Tuntutan kita bonus Gojek kembalikan seperti semula. Kami meminta agar tidak semena-mena kepada driver, karena mereka jadi decacorn ujung tombaknya adalah driver, tanpa driver mereka bukan apa-apa,” kata Purwono.

Sementara itu Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan akan berupaya memfasilitasi tuntutan tersebut. Pasalnya, regulasi mengenai pemberian bonus mutlak di tangan penyedia aplikasi.

“Mestinya kalau bikin regulasi jangan mau menangnya sendiri, mendengarkan teman-teman di bawah, perhatikan kesejahteraan ojek online. Misal (ojek online) berhenti satu minggu saja, yang paling teriak ya operator,” kata Sadewo. (*)