Ridwan Kamil: Ekonomi Kreatif Peradaban Baru untuk Kesejahteraan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi narasumber Remote Workshop bertemakan Adaptive Leadership secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Jumat (8/10/2021). (IST)

NGTRIP – Gubernur Ridwan Kamil menuturkan Jabar tengah membangun peradaban baru melalui ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Kang Emil sapaan Ridwan Kamil diperkirakan pada 20 tahun mendatang populasi penduduk di Indonesia akan dihuni oleh orang yang berusia produktif.

“Saya berinvestasi pada ekonomi kreatif 20 tahun yang akan datang Indonesia akan memiliki jumlah penduduk dengan usia di bawah 40 tahun yang besar. Maka dari itu kami tengah membangun peradaban baru melalui ekonomi kreatif,” ujar Ridwan Kamil saat menjadi narasumber virtual ‘Kuala Lumpur Creative Economy Forum 2021 (KUL.CEF 2021): Creative Economy as a Source of Economic Strength’, dari Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

“Saya kira ekonomi kreatif sangat penting dan masa depan pertumbuhan ekonomi tentunya dalam melawan disrupsi juga merespons kemajuan teknologi,” imbuh Kang Emil.

Gubernur menjelaskan mengenai disrupsi teknologi yang telah melanda berbagai aktivitas kehidupan. Ia menilai ini bisa menjadi hal positif apabila warganya diberikan edukasi agar cakap digital.

“Karena pada saat ini teknologi telah mendisrupsi kehidupan. Tiga juta orang sudah beralih menggunakan digital, ini merupakan berita baik ekonomi bisa meningkat hanya dengan kegiatan sehari dengan upload produk di media sosial pribadinya,” ungkapnya.

Selain itu, Kang Emil juga telah menyiapkan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif yang bekerja sama dengan Shopee. Di kampus Shopee tersebut pelaku ekraf dapat memanfaatkan fitur tersedia seperti kamera foto, layanan live streaming untuk menjual produk.

“Saya selalu belajar dengan infrastruktur juga memberikan ruang bagi para pelaku ekraf. Termasuk salah satunya kampus Shopee,” sebutnya.

Tak hanya itu, dirinya memberikan kebebasan bagi warga Jabar yang hendak memakai namanya untuk dijadikan nama produk usahanya.

“Saya menghadiahkan nama saya untuk dijadikan produk-produk UMKM di Jabar. Ini merupakan strategi marketing kita dalam membantu UMKM,” pungkasnya.