Sebanyak 10.206 Nasabah Perusahaan Pembiayaan Dipastikan OJK Dapat Relaksasi Kredit

44
Ilustrasi/JurnalNews

NGETRIP – Sebanyak 10.206 nasabah perusahaan pembiayaan yang terdampak oleh COVID-19 disebutkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendapatkan kemudahan dalam pembayaran kredit atau pembiayaan.

Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi, menjelaskan program relaksasi ini merupakan bagian dari program restrukturisasi kredit atau pembiayaan yang dirumuskan pemerintah untuk membantu nasabah terdampak COVID-19.

“Jumlah pengajuan restrukturisasi per 31 Maret mencapai 11.235 permohonan, dari jumlah itu, sebanyak 10.206 debitur confirm mendapatkan restrukturisasi,” kata Riswinandi melansir dari Pindainews.com dari Antara di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, sebanyak 138 perusahaan pembiayaan telah melapor dan berkomitmen kepada OJK untuk terlibat dalam program tersebut.

Sebanyak 138 perusahaan pembiayaan tersebut, dikatakan Riswinandi, 79 perusahaan siap melakukan restrukturisasi kredit kepada para nasabah mereka.

“Dari 79 itu, sebanyak 14 perusahaan pembiayaan sudah melakukan pengajuan restrukturisasi terhadap nasabah yang terdampak COVID-19,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ini Dia Daftar 48 Multifinance Yang Memberikan Penundaan Bayar Cicilan

 

Sebelumnya, OJK menerbitkan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020 mengenai stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran COVID-19 yang merupakan turunan dari Perppu Nomor 1 Tahun 2020.

Dalam POJK tersebut, perbankan dan lembaga pembiayaan dapat menerapkan kebijakan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan melakukan penetapan kualitas aset serta melaksanakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan bagi debitur terdampak COVID-19.