Seberapa Efektif Partisi Ojol, Apakah Aman Digunakan?

19
Pengemudi Ojek Online menggunakan partisipasi pembatas berbahan plastik untuk mengurangi kontak fisik dengan penumpang (DOKUMEN PRIBADI)

NGETRIP – Ojek online ( ojol) kini memasang partisi sebagai sekat antara pengendara dan penumpang untuk memenuhi protokol kesehatan agar bisa kembali beroperasi di masa pandemi Covid-19. Tujuannya tentu untuk menekan penularan virus.

Namun, timbul pertanyaan apakah partisi tersebut bisa membahayakan saat berkendara? Sebab dari kacamata safety riding partisi bisa jadi hambatan saat naik motor dan menyebabkan hal tidak diinginkan.

Manager Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) mendefinisikan, idealnya memang tidak ada sekat saat mengendarai motor, tapi masih diperbolehkan dengan beberapa syarat.

“Selama dimensi dari partisi tidak melebihi, misalnya tingginya tidak melebihi kepala, lebarnya tidak melebihi bahu, partisi masih aman untuk digunakan,” katanya mengutip dari Kompas.com.

Soal keamanan setiap pengendara ojol dikatakan Ahmad Muhibbudin, GM Corporate Communication AHM, pastinya memahami risiko memakai partisi dan punya cara mengendalikannya.

“Saat memakai partisi misalkan laju motornya sedikit tertahan, sang pengendara pasti sudah tahu itu dan kemudian memelankan motornya. Buat saya itu bisa jadi pengingat keselamatan juga,” katanya.

Partisi atau sekat yang diterapkan pada ojol kata dia, merupakan tindakan yang harus diapresiasi karena tujuannya untuk menekan penularan virus.

“Buat saya (partisi) seperti itu merupakan turunan dari protokol kesehatan yang kita ketahui. Di mana protokol kesehatan itu kan pakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Jadi itu turunan,” tuntasnya.