Segera Ditata, Kawasan Situ Bagendit Bakal Makin Cantik

14
net

NGETRIP, Bandung – Kawasan Situ Bagendit di Desa Bagendit Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat.

Tak lama lagi para wisatawan yang berkunjung ke Situ Bagendit akan mengalami pengalam berbeda dan bakal semakin nyaman. Sebab, mulai 1 November 2020 nanti, kawasan wisata Situ Bagendit akan mendapatkan revitalisasi atau penataan.

Kabar baik ini akan segera terealisasi setelah ditandatanganinya perjanjian kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah II Balai Prasana Permukiman Wilayah Jawa Barat (Jabar) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. selaku kontraktor pelaksana penataan kawasan Situ Bagendit. Penandatanganan ini disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga, dan Bupati Garut Rudy Gunawan dari tempat masing-masing, pada Senin 26 Oktober 2020 lalu.

Seperti dikutip dari jabarprov.go.id, Ridwan Kamil mengemukakan penataan kawasan wisata Situ Bagendit ditargetkan selesa pada 31 Desember 2021. Dia mengharapkan wajah baru Situ Bagendit sebagai destinasi wisata kelas dunia bisa dinikmati untuk umum per 1 Januari 2022. Meski begitu, pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap penataan kawasan wisata Situ Bagendit bisa selesai lebih cepat dari target.

“Kami sangat mengapresiasi penataan yang dikerjakan oleh pemerintah pusat. Berkat komitmen semua sambil melawan pandemi Covid-19, pembangunan Situ Bagendit masih bisa dikerjakan,” kata Gubernur, di Gedung Pakuan, Senin 26 Oktober 2020.

Dia menjelaskan, penataan kawasan Situ Bagendit melingkupi sejumlah pekerjaan, di antaranya pembangunan pintu masuk dan area parkir, area plaza, dermaga wisata, amfiteater, pujasera, masjid, serta bangunan penunjang lainnya. Total lahan yang dibutuhkan pada penataan tahap pertama seluas 3,5 hektare, pedestrian dengan panjang 6,7 kilometer dan pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektare.

Gubernur berharap kontraktor bisa menyelesaikan pengerjaan bisa lebih cepat dari waktu normal selama 14 bulan, dengan pengerjaan bisa dibuat 2 shift (dalam sehari), sehingga diharapkan waktu 12 bulan bisa selesai karena pengerjaan lebih banyak pada landscape tidak banyak kerumitan engineering.

“Saya harap kontraktor melibatkan pengusaha lokal sebagai penyokong bahan material proyek selama memenuhi kualifikas, kalau bisa (dari) BUMD atau pengusaha Garut 100 persen. Kecuali setelah ditawarkan di level (supplier) lokal, ternyata tidak ada yang memenuhi syarat,” ucapnya.

Gubernur meminta kepada satuan kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk tetap memperhatikan volume air agar tidak mengering jika penataan kawasan wisata Situ Bagendit selesai dilakukan.

“Jadi dari sisi water engineering mohon diperhatikan juga. Saya mengusulkan agar objek wisata kebanggaan warga Garut itu bisa dipercantik menjadi wisata bertaraf internasional kepada Presiden RI Joko Widodo tahun lalu termasuk usulan desain hasil karyanya sendiri untuk penataan kawasan wisata Situ Bagendit,” imbuhnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, penataan Situ Bagendit menjadi kebahagiaan bagi seluruh warga Garut. “Tentunya bagi warga Garut ini merupakan kebahagiaan karena salah satu aset yang legendaris yaitu Situ Bagendit akan menjadi pariwisata unggulan berkelas dunia berkat komunikasi yang baik antara Gubernur Jabar dan Presiden RI Joko Widodo,” kata Rudy.