Sekda Tasikmalaya Langsung Dijebloskan ke Kebonwaru

NGETRIP. ID, Bandung- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar memastikan Sekda Kabupaten Tasikmalaya non aktif, Abdul Kodir langsung dijebloskan ke Rutan Kebonwaru. Sebanyak 15 saksi pun bakal dihadirkan di persidangan nanti.

Hingga kini, Abdul Kodir dan delapan tersangka kasus dugaan penyelewengan dana hibah keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya TA 2017, masih diperiksa di gedung Aspidsus Kejati Jabar, Senin (26/11/2018). 

Koordinator Kejati Jabar Andi Adika Wira Putra mengatakan, penyerahan Abdul Kodir dan delapan tersangka lainnya merupakan pelimpahan tahap dua yang dilakukan kepolisian. Pelimpahan tahap dua ini meliputi penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Saat ini masih diperiksa. Nanti langsung kita tahan di (Rutan) Kebonwaru,” kata Andi yang juga tim ketua JPU dalam kasus tersebut. 

Ia menyebutkan, para tersangka akan ditahan selama 29 hari ke depan sesuai dengan kebutuhan penyidik kejaksaan. Setelah berkas penuntutan selesai baru akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan .

“Penahanan bisa diperpanjang. Tapi secepatnya Insyaallah kita limpahkan ke pengadilan,” ujarnya. 

Sementara hingga kini pihaknya dalam sidang nanti mempersiapkan 15 orang saksi. Namun, untuk mantan Bupati yang kini menjabat Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum tidak masuk dalam saksi tersebut.

“Mantan Bupati (Uu) tidak dijadikan saksi. Alasannyaa tidak ada indikasi dan fakta melawan hukum yang menjerat beliau,” katanya.

Menurutnya, selama penyidikan semua kesalahan yang menyebabkan terjadinya penyelewengan dana ada di Sekda Abdul Kodir dan delapan tersangka lainnya. 

Pihaknya berjanji kasus yang merugikan negara Rp 3,9 miliar tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan. Selain itu, penyidik kejaksaan menganggap kerugian hasil perhitungan inspektorat dirasa cukup sebagai acuan untuk penghitungan kerugian negara.

“Kami rasa dari inspektorat sudah cukup. Lebih simpel perhitungannya,” ujarnya yang juga menjabat ketua tim JPU dalam kasus tersebut.(ismalia)