Semangat Mengaji dalam Keterbatasan

240

NGETRIP – Semangat belajar alquran 153 santri di Dusun Karang Bedil, Desa Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) begitu luar biasa.

Meski hanya beralaskan terpal dan karpet seadanya, para pejuang alquran ini terus mengaji dengan dibimbing 12 guru yang ada di sana.

Selama ini, para santri mengaji di teras-teras rumah warga dengan beralaskan terpal dan karpet seadanya.

Hingga kini, belum ada fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan mengaji para santri, salah satunya adalah meja belajar.

“Jadi anak-anak hebat ini terpaksa membungkuk saat menulis materi yang diberikan oleh sang guru dan terpaksa meletakkan buku iqro dan alquran di atas terpal yang sudah usang,” ungkap tim Sejuta Guru Ngaji Askar Kauny, Nikmatul Azizah.

Azizah mengaku, para santri ini terkadang merasa pegal karena harus melipat tubuh mungil mereka ketika menulis. Meski begitu, keterbatasan tidak membuat mereka mengeluh dan tetap belajar walaupun hanya satu huruf dari alquran.

“Tapi kami tak ingin kondisi ini terus seperti ini. Makanya kami membuat aksi menyiapkan seribu meja belajar bagi para santri di sini,” imbuh Azizah.

Azizah menjelaskan, kebutuhan meja belajar tak hanya bagi para santri di Dusun Karang Bedil. Pada tahap pertama, sambung Azizah, timnya juga akan menyalurkan meja belajar bagi para pejuang quran di Kota Madiun, Jawa Timur hingga Desa Nggorang di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Juga ada beberapa wilayah lain yang membutuhkan meja belajar bagi para santri,” imbuhnya.

Sampai saat ini, ungkap Azizah, timnya baru menyiapkan terpal dan sound system bagi keberlangsungan kegiatan mengaji di Dusun Karang Bedil.

Sejauh ini, kebutuhan operasional dan gaji guru ngaji baru didapat dari infak para santri yang sifatnya tidak wajib. Ada juga bantuan dari warga sekitar yang memberikan terpal untuk alas belajar para santri.

“Makanya kami mengajak para donatur untuk terlibat aktif membantu anak-anak agar bisa terus mengaji dengan nyaman,” harapnya.