Sepi Order Dipicu Virus Corona, Pemerintah Beri Alternatif Solusi untuk Ojek Online

Untuk para pengemudi ojek online bisa memaksimalkan orderan dari pengantaran barang dan makanan.

139
Ilustrasi/IDN Times

NGETRIP – Kebijakan pembatasan interaksi sosial atau social distancing saat pandemik virus corona atau Covid-19 membuat para mitra ojek online yang mengalami penurunan order antar penumpang secara dratis.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi, Adita Irawati menanggapi keluhan itu. Namun dia yakin pengantaran barang dan makanan akan tinggi.

“Mungkin pengantaran orang turun, tapi bisa dibilang pengantaran barang dan makanan kan tinggi, ada peluang di situ karena orang andalkan ojol,” kata Adita melansir dari Tempo.co.

Karena itu, dia mengimbau untuk para pengemudi ojek online bisa memaksimalkan orderan dari pengantaran barang dan makanan. Lalu untuk pihak aplikator bisa menyesuaikan algoritmanya dengan kondisi sepi penumpang saat ini.

“Mungkin sekarang kita minta aplikator sesuaikan algoritmanya agar sesuaikan dengan WFH ini misalnya,” ujar Adita.

Terkait sepinya order penumpang para pengemudi ojek online, Adita mengaku, Pemerintah belum ada rencana memberikan insentif. Oleh karena itu, ia kembali menuturkan untuk pengemudi dan aplikator bisa melihat potensi lain selain pengantaran orang.

“Kami imbau ke aplikator dan driver untuk melihat di balik penurunan penumpang ojol ada potensi kenaikan pengiriman barang,” tutur Adita.

Selain itu, Adita juga menekankan untuk selalu mengutamakan prosedur kesehatan ketika memberikan layanan kepada konsumen di tengah penyebaran virus Corona yang semakin masif.

“Untuk mengangkut orang atau mengantar barang, protokol kesehatan itu yang harus diutamakan. Ini juga yang kita sampaikan ke aplikator untuk bisa menerapkan protokol lebih baik dalam mencegah penularan Covid-19,” tuntasnya.