STKIP Pasundan Siapkan Penghargaan Untuk Hanifan

368

NGETRIP. ID, Cimahi- Raihan medali emas Asian Games 2018 cabang pencak silat oleh Hanifan Yudani Kusumah membuat bangga pihak STKIP Pasundan Cimahi. Hanifan sendiri merupakan mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi semester III jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).

“Allhamdulilah ini merupakan satu prestasi dan kebahagian. Ini sangat membanggakan bagi kami, Kota Cimahi Jawa Barat,” kata Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan SDM STKIP Pasundan Cimahi, Khaerul Syobar saat ditemui di kantornya, Jalan Permana, Jum’at (31/8/2018).

Lebih bangga lagi, kata Khaerul, lantaran Hanifan berhasil membuat adegan romantis antara Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua IPSI Prabowo Subianto.

Seusai meraih medali emas, pria asal Soreang Kabupaten Bandung itu langsung memeluk Jokowi dan Prabowo. Momen tersebut pun langsung viral dan mendapat apresiasi sejumlah kalangan.

“Sangat bangga melihat kader pasundan, mahasiwsa STKIP, sukses bukan hanya mendapatkan emas untuk Asian Games, ternyata dia bisa mempersatukan semua kepentingan menjadi kepentingan bangsa,” ujar Khaerul.

Menurut keterangan Khaerul, sebetulnya Hanifan merupakan mahasiswa Universitas Pasundan Bandung. Namun, tahun 2017, ia memilih pindah ke STKIP Pasundan lantaran ada jurusan yang sesuai dengan hobinya, yakni olahraga.

Lantaran kesibukannya, Hanifan memilih kuliah sore atau kelas karyawan. Meski disibukan dengan berbagai aktifitas, khususnya dalam kegiatan silat, namun prestasi akademiknya sangat membanggakan.

“Nilai akademinya tidak mengecewakan, apalagi praktik olahraga. Nilainya A,” tuturnya.

Soal bakat Hanifan di dunia silat, lanjut Khaerul, itu sudah terlihat sejak kecil. Hal itu diketahuinya saat menjadi pengurus IPSI Jawa Barat tahun 2002-2010.

Dulu, dirinya sering melihat Hanifan dibawa kedua orang tuanya ikut berbagai event dan latihan. Bakat Hanifan seperti mendarah daging dari kedua orang tuanya.

Ayah Haninfan, Sandi Wisnu saat ini menjadi salah satu guru besar perguruan Paguron Taji Malela. Sementara ibunya merupakan mantan juara dunia atlet pencak silat.

“Dulu satu organisasi dengan bapak dan ibunya Hanif. Dia Sejak kecil sudah mengenal silat, tiap event dibawa orang tuanya berlatih,” tutur Khaerul.

Soal penghargaan khusus bagi Hanifan, kata Khaerul, pihaknya tengah merancang hal tersebut. Kemungkinan, penghargaan akan diberikan saat penyambutan dia pekan depan.

Terakhir, ia berharap dengan prestasi membanggakan yang diraih Hanifan ini bisa menjadi motivator bagi atlet lainnya, khususnya mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi untuk terus mengembangkan bakatnya di bidang masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengaku bangga atas capaian para atlet yang menempa ilmu di Kota Cimahi, termasuk Hanifan. Dikatakannya, hal tersebut membuktikan bahwa Kota Cimahi mampu menghasilkan atlet berprestasi.

“Iya jelas bangga. Ini bukti bahwa di Cimahi banyak potensi dengan perolehan medali emas mahasiwa kita. Ini prestasi yang harus diapressiasi,” ucapnya. (ismalia)