Tak Lebih dari Rp1.000 Tarif Termurah Ojol yang Bakal Turun

Tarif termurah ojol tak akan jauh berbeda dari tarif sebelumnya meski Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menurunkan tarif jarak dekat (flag fall) ojek online (ojol).

166
Ilustrasi/Net

NGETRIP.ID, Tarif termurah ojol tak akan jauh berbeda dari tarif sebelumnya meski Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menurunkan tarif jarak dekat (flag fall) ojek online (ojol).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, mengatakan tarif jarak pendek ojol saat ini sebesar Rp7.000-Rp10 ribu. Tarif itu berlaku untuk perjalanan maksimal 4 kilometer (km).

“(Penurunan) mungkin tidak ribuan, ratusan (rupiah). Itu kan sekarang Rp7.000, mungkin bisa Rp6.500,” kata Budi seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (11/6/2019).

Pemerintah membuka kemungkinan menurunkan tarif batas atas dari Rp10 ribu menjadi Rp8.000. Menurut Budi, bisa saja batas atas untuk tarif jarak pendek diturunkan.

“Kalau tarif ojol memang kalau ingin menaikkan dan menurunkan paling hanya berapa, tidak banyak,” katanya.

Dalam mengubah ketentuan tarif jarak pendek ini, Kemenhub akan merevisi Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 348 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

Dalam beleid itu, Kemenhub membagi tarif ojol di tiga zona. Rinciannya, tarif batas bawah di Sumatera, Jawa selain Jabodetabek, dan Bali (zona I) tercatat Rp1.850 per kilometer (km), kemudian tarif batas bawah di Jabodetabek (zona II) harus di angka Rp2.000 per km, dan tarif batas bawah di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (zona III) harus sebesar Rp2.100 per km secara bersih (netto).

Budi menjelaskan, rencana penurunan tarif jarak pendek ojol ini sebagai respons atas keluhan masyarakat. Hal ini khususnya mereka yang berada di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

“Kalau tarif pendek kan Rp7 ribu-Rp10 ribu, tapi pengguna dikenakan Rp8 ribu. Kalau satu hari tiga kali perjalanan padahal hanya 1 km atau 2 km, kan kena Rp24 ribu, tinggi juga,” tuntas Budi.