Tebing Longsor Timpa Rumah di Cililin

Foto: ismalia

NGETRIP. ID, Cililin – Hujan deras yang menguguyur Kabupaten Bandung Barat mengakibatkan sebuah bangunan di Kampung Celak RT 03/09, Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, kabupaten Bandung Barat mengalami rusak berat akibat tertimpa longsoran tebing, Kamis (1/11/2018) malam.

Bangunan itu pada bagian depan, dindinya jebol akibat tertimpa longsoran tebing, sehingga tembok yang telah hancur tersebut masuk ke dalam rumah dan dipenuhi potongan-potongan tembok yang cukup besar.

Beruntung saat kejadian atau saat dinding rumah tersebut jebol tidak menyebabkan adanya korban jiwa, meskipun bangunan itu dihuni oleh lima orang karena mereka berhasil keluar dari bangunan tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dicky Maulana, mengatakan, bangunan dua lantai tersebut merupakan gedung kesenian milik Desa Celak yang lantai duanya dihuni oleh keluarga Yeyen.

“Diatas bangunan itu ada tebing berupa tembok, jadi bangunnanya tertimpa longsoran sehingga bangunan itu jebol. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena dinding yang jobol bangunan lantai satu,” ujar Dicky saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/11/2018).

Berdasarkan pengecekan pihak BPBD Kabupaten Bandung Barat, kata Dicky, kerusakan bangunan tersebut mencapai 70 persen akibat tertimpa tebing yang berupa tembok milik tetangganya itu.

Sehingga penghuni bangunan tersebut, kata dia, semuanya harus dievakusi dan diungsikan untuk sementara ke tempat yang lebih aman yakni ke rumah milik kerabat terdekatnya.

“Kemudian kita juga bersihkan puing-puing bangunannya, untuk sementara langkah kedaruratan yang kita lakukan seperti itu dulu,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini tim BPBD dan aparatur kewilayahan telah melakukan assessment atau kaji cepat ke lokasi dampak bencana dan warga setempat telah melaksanakan gotong royong untuk pembersihan material longsoran, namun karena volume longsoran besar dibutuhkan alat berat.

Namun untuk memberikan bantuan, pihaknya tidak bisa memberikan secara langsung, karena BPBD tidak menyediakan anggaran untuk diberikan langsung kepada masyakarat.

“Jadi nanti aja direkapitulasi, baik itu rumah rusak ringan maupun berat. Nanti mereka akan mendapat bantuan stimulan setelah kami rekap dan datanya akan kami serahkan ke pemerinyah,” kata Dicky. (ismalia)