Tergerak Bencana Kabupaten Sumedang, Para Driver Ojol Turun Langsung ke Lokasi Bencana

397
Para driver ojol menggalang donasi bantuan untuk disalurkan langsung kepada korban longsor di Kabupaten Sumedang.

NGETRIP – Bencana tanah longsor yang terjadi di kabupaten Sumedang pada hari Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 16.00-03.00 telah menewaskan puluhan orang.

Sampai berita ini diturunkan tercatat 24 orang meninggal dunia yang berhasil ditemukan team BNPB dan BPBD Bandung beserta relawan kemanuasiaan yang sejak hari pertama terjadi bencana sigap berada di TKP, dan masih terus mencari puluhan korban yang masih tertimbun tanah longsor.

Team BNPB dan BPBD juga memasang alat deteksi pergerakan tanah dan memasang police line di beberapa tempat karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan mengingat cuaca yang masih belum bersahabat.

Kejadian ini tak luput dari perhatian para driver ojol dan mengetuk hati mereka untuk ikut berpartisipasi meringankan para korban dengan turun langsung ke TKP.

Beberapa wadah kemanusiaan driver ojol seperti Yayasan URC BATIM, Yayasan BOBS peduli dan yang lainnya saling bahu membahu membantu meringankan korban bencana.

Para driver ojol menggalang donasi bantuan untuk disalurkan langsung kepada korban. Pada Kamis 14 Januari 2021 para driver berangkat menuju tempat kejadian bencana untuk menyerahkan bantuan langsung kepada yang membutuhkan.

Luki, salah satu koordinator acara kegiatan donasi dari komunitas online OCC Bandung Timur mengatakan, donasi yang terkumpul adalah berupa obat-obatan, sembako, makanan, pampers dll.

“Akan kami salurkan langsung kepada para korban yang membutuhkan, meskipun tidak banyak tapi setidaknya kami tidak tinggal diam melihat saudara saudara kami yang sedang tertimpa musibah,” katanya.

Para driver ojol menggalang donasi bantuan untuk disalurkan langsung kepada korban longsor di Kabupaten Sumedang.

Salah satu pentolan ojol lainnya Oki dari team URC NGABRET mengatakan, selain mengetuk pintu hati orang lain dalam hal membantu sesama dengan setiap peristiwa dan bencana yang terjadi, tujuan dari kegiatan tersebut.

“Kami juga ingin mengajarkan kepada khususnya anggota komunitas kami dan masyarakat pada umumnya untuk melatih hati mereka agar peka terhadap setiap kejadian kami ingin semua anggota kami menjadi team URC atau Unit Reaksi Cepat yang bergerak cepat dalam menghadapi situasi seperti ini, dengan niat dari hati sendiri bukan karena ajakan atau himbauan orang lain,” jelasnya.

“Kami ingin anggota kami tergerak untuk membantu dalam bentuk apapun semampu mereka bukan hanya diam menyaksikan dan mendengarkan,”

“Harapannya agar semua orang bisa saling peduli dan saling merasakan kesulitan orang lain, karna hari ini mungkin orang lain yang terkena musibah tapi tidak ada yang bisa menjamin besok atau lusa giliran kita yang tertimpa musibah,” tuntasnya. ***