TIdak Hanya di Jakarta, Ribuan Massa Gelar Aksi Bela Tauhid di Bandung

NGETRIP.ID, BANDUNG--Selain di Jakarta, Aksi Bela Tauhid juga digelar di Kota Bandung. Aksi ini dipusatkan di Jalan Diponegoro atau depan Gedung Sate, Jumat (26/10). Ribuan massa dari berbagai organisasi keagamaan berkumpul untuk merespons kasus pembakaran bendera tauhid saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut.

Sejak pukul 13.00 WIB massa mulai berangsur memenuhi halaman depan Gedung Sate. Sebagian besar dari mereka membawa bendera berwarna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat Tauhid.

Koordinator lapangan dalam aksi ini, Asep Ruswan Efendi, mengatakan, massa menuntut pelaku pembakaran bendera Tauhid di Garut segera diproses hukum. Ia menganggap perbuatan oknum anggota Banser tersebut telah menodai kalimat tauhid.

“Menuntut agar pelaku bisa dihukum proses secara adil. Pelaku pembakaran harus melakukan permohonan maaf kepada umat Islam. Juga organisasi dari oknum tersebut  bertanggungjawab,” ujar Asep di sela-sela aksi.

Asep menjelaskan yang dibakar bukan bendera HTI atau organisasi manapun, melainkan bendera tauhid milik umat Islam. “Bendera tauhid milik umat Islam. Bukan milik organisasi mana pun,” tegas Asep menambahkan.

Aksi Bela Tauhid ini dikawal sekitar 2 ribu aparat kepolisian dan TNI. Pihak kepolisian juga telah menutup sejumlah ruas jalan yang menuju Gedung Sate.

“Total ‎personel yang disiapkan ada 2.223 personel gabungan bersama dengan TNI,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, saat ditemui di pelataran Gedung Sate.

Irman mengatakan, pengamanan aksi ini menggunakan pola ring. Ring satu untuk mengamankan gedung Pemprov Jawa Barat, sementara ring kedua di halaman Gedung Sate, dan ring tiga di Jalan Diponegoro.

Kasus pembakaran bendera tauhid ini telah diproses oleh Polda Jawa Barat. Ada 4 orang yang saat ini tengah diperiksa. Dua di antaranya merupakan pelaku pembakar bendera.

Selain itu polisi juga memeriksa Uus Sukmana, pria yang membawa bendera itu ke acara Hari Santri Nasional. Uus mengaku membeli bendera tersebut melalui seorang penjual di media sosial Facebook. Menurut si penjual, bendera yang ia perjualbelikan dan akhirnya dibeli Uus adalah bendera HTI. (sf/kmprn)