Unjani Ikuti Kompetisi Mobil Hemat Energi

309

NGETRIP. ID, Cimahi-  Untuk pertama kalinya Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) akan mengikuti Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018, yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Padang pada 27 November hingga 1 Desember 2018.  

Dalam kompetisi ini, Unjani akan mengikutkan mobil hemat energi hasil karya Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknis Mesin Bandung. Peluncuran mobil yang akan diikutkan dalam kompetisi tersebut dilakukan di kampus Unjani Jalan Terusan Sudirman Kota Cimahi, Rabu (21/11/2018).

Peluncuran mobil yang diberi nama ‘Astrajingga’ tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Unjani Witjaksono dengan pemasangan stiker Unjani, logo Jurusan Teknik Mesin serta logo ikatan alumni yang diteruskan dengan uji coba kendaraan mengelilingi area rektorat Unjani. 

Witjaksono mengaku ‘Astrajingga diciptakan murni dari inisiatif mahasiswa. Sehingga pihaknya mendukung penuh kreatifitas mahasiswanya dengan cara membiayai kebutuhan pendanaan tim ke Padang. Termasuk, pembinaan dan bimbingan teknis dalam perakitan mobil yang dilombakan oleh jajaran dosen dan jurusan. 

“Kami dorong mahasiswa untuk kreatif, tiap Jumat saya keliling himpunan minta mereka buat sesuatu nanti kita dukung. Tapi harus ciptaan sendiri, karena kreatifitas itu ada dalam moto Unjani,” katanya disela-sela peluncuran ‘Astrajingga. 

Menurutnya, Unjani tidak sekedar menerbitkan lulusan dengan nilai akademis tinggi. Tapi juga menjadi bagian dari bidang riset yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Bahkan, kemungkinan mobil hemat energi ini bisa jadi prototipe produksi mobil hemat energi Indonesia. 

Ahmad Wahidin (21) mahasiswa Jurusan Teknik Mesin selaku Manajer Tim Astrajingga mengatakan, nama Astrajingga diambil dari tokoh pewayangan dari tatar Sunda yang berkarakter sederhana, santai, setia, namun juga pemberani dalam membela kebenaran dan bertempur seperti ksatria.  

“Harapannya agar kami dapat berjuang membela almamater di kompetisi nasional tersebut,” katanya. 

Ahmad Wahidin menjelaskan, ‘Astrajingga’ merupakan mobil prototipe dengan body terbuat dari fiber glas dan rangka dari besi hollow. Dengan membuat torsi pada mesin dinaikkan dan pengeluaran bahan bakar dikurangi.

“Kami merangkainya dari nol atau sejak Juli 2018. Diawali dengan desain, membuat sasis, rangka, dan lainnya. Ada mesin las SMAW di lab maka kita manfaatkan material yang ada,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dalam pembuatan mobil tersebut, tim mendapat pembinaan dari Resi Nurofik selaku dosen Jurusan Teknik Mesin. Dalam pembuatannya, lanjut Ahmad, tidak selancar yang dibayangkan. Bahkan tim sempat mengalami tiga kali gagal dalam pembuatan body dan sasis. 

Ahmad menuturkan, untuk mencapai kesiapan mobil dari awal hingga siap untuk turun lomba, dibutuhkan dana sedikitnya Rp 25 juta. Dananya sendiri didapat dari bantuan sponsor, dan pihak Unjani. Selain itu, pihaknya juga melakukan kegiatan pengumpulan dana usaha salahsatunya dengan jualan roti. 

“Ada juga yang menyumbang dari lingkungan Unjani seperti Dekanat fakultas lain,” ujarnya.  

Untuk kompetisi mendatang, selain tim, pihaknya juga mengajak dua orang mahasiswa tingkat 2016-2017 yang disiapkan sebagai regenerasi. Sebab ia berharap ke depan Unjani bisa ikut di ajang internasional, dan bisa mendapat hasil yang optimal dalam kompetisi ini. (ismalia)