Urai Kemacetan Bandung Akan Terapkan Ganjil Genap

11687

NGETRIP.ID, BANDUNG–Pemkot Bandung akan mencoba menerapkan sistem ganjil genap untuk memecahkan masalah kemacetan. Saat ini, langkah tersebut sudah masuk tahap pengkajian dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial menyambut baik usulan Kementerian Perhubungan yang menganjurkan agar kota besar dengan tingkat kemacetan cukup tinggi menggunakan sistem ganjil genap.

Sebab, ketika masih menjabat wakil wali kota di periode sebelumnya, opsi tersebut sudah sering dia bahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

“Saya dan Kadishub sudah sering diskusi kenapa tidak mengikuti pola Jakarta menggunakan ganjil genap. Ketika ada imbauan tersebut bagi saya cocok dan selaras dengan apa yang saya pikirkan dari awal,” kata Oded saat ditemui di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, Kamis (27/9).

BACA JUGA:  Pembunuh Angga Perankan 28 Adegan Rekonstruksi, Satu Tusukan Samurai di Kepala

Menurut Oded, sistem ganjil genap cukup efektif mengurai kemacetan. Sebab, volume kendaraan yang memasuki jalan tersebut diatur, sehingga hanya terjaring beberapa saja.

Untuk itu, Oded meminta agar dishub bisa bergerak cepat melakukan kajian teknis pelaksanaan sistem ganjil genap di Kota Bandung. Hal itu berkaitan dengan pemilihan jalan, waktu penerapan dan keperluan lainnya untuk bisa memberlakukan sistem tersebut.

“Tadi saya sudah ngobrol banyak dengan kadishub, dan saya minta secepatnya melakukan kajian, karena dishub yang lebih paham seperti apa saya kira. Targetnya ya secepatnya bisa digulirkan,” jelasnya.

Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi akan terus berkoordinasi lebih intensif bersama Polrestabes Bandung. Karena untuk pelaksanaan di lapangan, memerlukan pihak berwenang untuk menegakkan hukum di jalanan.

“Nanti kita bentuknya hanya bisa buat dalam bentuk Perwal, karena Dishub enggak bisa nilang kendaraan pribadi, tetap kepolisian yang bisa melakukan penindakan hukum. Makanya pekan depan akan kita mulai kajian,” ucap Didi.

Didi mengungkapkan penerapan sistem ganjil genap tidak bisa sembarang diberlakukan. Sebab, harus mempertimbangkan kondisi jalur angkutan umum lalu jalan alternatif bagi kendaraan yang tidak bisa lewat.

“Yang paling logis diterapkan di awal ya jalur tengah (Cicaheum-Asia Afrika) karena dilalui bus. Karena jalan arteri dan primer enggak boleh,” pungkasnya.(sf)