Virus Corona di Indonesia Belum Teridentifikasi, Mungkin Akan Menjadi Kelompok Baru

424
Ilustrasi/Net

NGETRIP – Virus Corona penyebab COVID-19 di Indonesia tidak masuk di kelompok yang sudah ada. Di Indonesia merupakan tipe yang berbeda dari tiga tipe utama terkini yang sudah dikelompokkan secara global, yakni tipe S, G, dan V.

Perbedaan itu terjadi karena virus bermutasi, dan proses mutasinya merupakan bagian dari siklus hidup virus tersebut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan.

“Virus itu secara alami akan terus bermutasi guna beradaptasi dengan lingkungan,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Indonesia Amin Soebandrio diberitakan Pindainews.com dari Antara.

Tiga data hasil urutan genom virus (whole genom sequencing) dari Indonesia tersebut telah dikirim Lembaga Eijkman ke GISAID yang mengumpulkan data urutan genom virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang beredar di seluruh dunia.

Sejauh ini GISAID telah mengelompokkan tiga tipe utama dunia untuk virus Corona penyebab COVID-19 yakni tipe S, G dan V. Tiga data hasil urutan virus SARS-CoV-2 yang dikirim Indonesia tidak masuk dalam tiga tipe tersebut. Oleh karena itu, hasil urutan genom virus dari Indonesia masuk ke kategori tipe lain, yakni tipe yang belum teridentifikasi.

Seluruh hasil whole genom sequencing terhadap virus SARS-CoV-2 dari berbagai negara di dunia terkumpul dan terdata di gisaid.org.

Amin mengatakan, setelah menerima tiga data hasil urutan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dari Indonesia, GISAID melakukan analisis secara “superficial” dengan mengelompokkan virus itu kepada kelompok-kelompok yang sudah ada.

Ternyata hasil urutan genom atau whole genom sequencing dari Indonesia itu tidak masuk di kelompok yang sudah ada, yakni tipe S, G dan V.

“Mungkin akan menjadi kelompok baru dari Asia Tenggara. Kalau itu masih butuh analisis lebih lanjut dengan lebih banyak sekuens lagi,” kata Amin.

Lembaga Eijkman berupaya untuk dapat melakukan whole genom sequencing terhadap seluruh isolat positif COVID-19 di Indonesia.

Whole genom sequencing saat ini masih terus dilakukan, dan hasil urutan genom mendatang akan dikirim ke GISAID.

“Kami harus melakukan sekuensing lagi terhadap lebih banyak isolat supaya kita punya gambaran lebih ‘firm’ (jelas tentang virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia),” ujarnya.

Dari pantauan ANTARA pada laman gisaid.org, hingga Rabu (6/5) pukul 13.07 WIB terdapat sebanyak 16.511 jumlah urutan genom dari SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dari berbagai negara di dunia. Jumlah tersebut akan bertambah seiring lebih banyak hasil urutan genom yang dikirim berbagai negara.

Pengumpulan data urutan genom virus Corona penyebab COVID-19 terbaru berasal dari Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Israel dan Indonesia.

Sejak awal wabah COVID-19, laboratorium di seluruh dunia berupaya menghasilkan data urutan genom virus untuk lebih mengenal dan memahami virus itu, yang akan menjadi masukan bagi langkah penanggulangan pandemi tersebut.

Menurut GISAID, data tersebut akan memberikan pemahaman penyakit baru dan menjadi informasi penting dalam penelitian dan pengembangan kandidat penanggulangan medis.

Data urutan genom virus itu juga sangat penting untuk merancang dan mengevaluasi tes diagnostik, melacak wabah yang sedang berlangsung, dan mengidentifikasi opsi intervensi potensial.

Dengan terhubung di GISAID, berbagai negara dapat berbagi informasi mengenai urutan genom virus Corona penyebab COVID-19 yang beredar di masing-masing negara.

Inisiatif GISAID, awalnya dikenal sebagai Inisiatif Global untuk Berbagi Semua Data Influenza, melibatkan kemitraan publik-swasta antara organisasi nirlaba Freunde of GISAID e.V., dan pemerintah Republik Federal Jerman, sebagai tuan rumah platform GISAID, Singapura dan Amerika Serikat, dengan dukungan dari filantropi swasta dan perusahaan.