Wabah Corona Makin Meluas, Bagaimana Nasib Industri Otomotif Nasional?

Dalam dua minggu ini diyakini pembelian kendaraan bermotor akan menyusut drastis akibat diberlakukannya social distancing.

21
Industri otomotif nasional

NGETRIP – Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menilai bila wabah virus corona atau COVID-19 terus berlarut akan berdampak pada naiknya harga suku cadang kendaraan.

Akibatnya akan membuat beban biaya tambahan dan dimasukkan kepada harga akhir kendaraan dan ujung-ujungnya menjadi beban konsumen.

Wabah virus corona memang cenderung membuat banyak perusahaan di negara-negara industri mengambil langkah-langkah drastis demi mencegah penyebaran lebih lanjut.

Misalnya pembatasan ekspedisi atau penutupan pabrik. Hampir dipastikan, bila pandemi terus berlanjut dengan terpaksa banyak industri otomotif yang mengandalkan komponen impor dari negara-negara terdampak akan menghentikan produksi.

Memang pemerintah sudah berupaya mengantisipasinya dengan melakukan relaksasi pajak. Tetapi hal ini lebih bergantung pada kesiapan negara-negara pengekspor bahan baku dan parts untuk menyuplai kebutuhan pabrik-pabrik perakitan yang ada di Indonesia.

“Kita semua paham bahwa tidak ada industri otomotif yang 100 persen membuat sendiri seluruh bahan baku hingga parts. Semua saling bergantung dalam sebuah sistem rantai pasok global,” kata Yannes Martinus Pasaribu mengutip dari Suara.com.

Kondisi yang mengharuskan orang untuk tetap berdiam di rumah dalam waktu lama juga akan membuat masyarakat lebih berfokus pada keselamatan diri dan keluarganya. Hal ini juga akan menurunkan minat mereka untuk memenuhi keinginan tersier mereka, yaitu membeli kendaraan.

Dalam dua minggu ini diyakini pembelian kendaraan bermotor akan menyusut drastis akibat diberlakukannya social distancing.

“Jika ternyata waktunya lebih dari dua minggu maka dampaknya akan lebih besar lagi terhadap penurunan minat masyarakat untuk membeli kendaraan,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya permasalahan lain yang muncul adalah efek domino jika kasus Virus Corona ini berkepanjangan akan semakin sulit ditangani. Dampak terparah bisnis otomotif dan seluruh mata rantainya akan lumpuh akibat pasar otomotif global hingga domestik yang turun secara dramatis.

“Insentif pemerintah untuk impor bahan baku hingga parts industri otomotif tidak banyak menolong jika produsen parts di negara lain yang terkoneksi dengan jejaring perakitan di Indonesia tidak dapat berpoduksi dalam jangka panjang secara optimal, seperti sebelum terjadinya kasus pandemik Corona ini,” tuntasnya.