Waduh, Helm Bisa Jadi Media Penularan Virus Corona, Ini Penjelasannya

Ojek bisa menjadi salah satu media penyebaran virus. Bukan dari pengendaranya, karena mereka sudah mendapat instruksi dari perusahaan untuk meminimalisir risiko.

9
Ilustrasi

NGETRIP – Penyebaran virus corona selain kontak dengan orang yang terinfeksi, COVID-19 juga dapat menular melalui droplet (percikan) batuk atau bersin.

Ya, virus corona sekarang ini menjadi bencana nasional di Indonesia, juga membuat banyak perusahaan mengimbau karyawannya untuk bekerja di rumah. Hal ini semata-mata demi mengurangi kerumunan, yang menjadi salah satu tempat penyebaran virus.

Meski demikian, ada saja mereka yang memang harus melakukan pekerjaan di rumah. Karena menggunakan transportasi umum dianggap berisiko, maka jalan satu-satunya bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, adalah memanfaatkan jasa transportasi berbasis aplikasi.

Meski sifatnya personal, namun ojek juga bisa menjadi salah satu media penyebaran virus. Bukan dari pengendaranya, karena mereka sudah mendapat instruksi dari perusahaan untuk meminimalisir risiko.

Potensi datang dari alat pengaman yang digunakan secara bergantian oleh penumpang, yakni helm. Besarnya risiko helm mengandung virus, diungkapkan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril Mansyur.

Percikan dari batuk dan bersin ini menempel di tangan atau benda dan dapat dengan mudah mendarat di bagian tubuh orang lain, seperti mulut atau tangan. Untuk itu, kita wajib berhati-hati, jika menggunakan fasilitas umum.

Benda-benda yang digunakan di tempat umum secara bersama-sama bisa menjadi media penularan COVID-19, termasuk helm ojol dan sajadah atau karpet masjid.

“Jangankan helm ojol, sajadah masjid juga bisa berpotensi menularkan virus corona,” ujarnya.

Dokter Syahril menyarankan, lebih baik menggunakan barang-barang pribadi ketika kita sedang berada di tempat umum, untuk menghindari potensi penularan virus.

“Kalau bisa bawa sendiri, proteksi sendiri. Saya tidak mengatakan helm ojol bisa jadi penyebaran. Tapi, kalau penumpang yang lain batuk pilek kan virus bisa menempel,” kata dia.

Jika terpaksa harus menggunakan helm umum, usahakan menggunakan hand sanitizer. Tapi, yang paling baik adalah mencuci tangan setelah menyentuh helm.

“Boleh menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh helm. Tapi, sebaiknya dicuci, ya,” tutur Syahril.

Solusi lainnya, ia menyarankan agar pengguna ojol menggunakan barang-barang milik pribadi, demi mencegah penularan virus corona.

Sebagai informasi, helm saat ini ditawarkan dengan model dan harga yang beragam. Tipe paling standar mulai dari Rp200 ribuan, sementara yang kualitasnya cukup bagus dan bentuknya menarik bisa mencapai Rp500 ribuan.